26 November 2019

Syarat Mengurus Buku Nikah di Dukcapil

 
   Shalom guys, menikah adalah perintah Tuhan yg disampaikan kepada manusia dengan salah satu tujuan untuk melestarikan keturunan dan menghindarkan manusia dari kepunahan (ciee..)
   Nah sebagai langkah penting sebelum masuk dalam pernikahan kudus guys kita perlu memperhatikan banyak hal mendasar. Salah satunya membuat buku nikah agar diakui sah di mata negara loh.
   Nah ada beberapa syarat untuk membuat Buku nikah atau Pencatatan Perkawinan. Karena penulis berdomisili di Jogja maka penulis akan membagikan persyaratannya berdasarkan syarat di Dukcapil Kota Yogyakarta.

1. SURAT PENGANTAR MENIKAH DARI GEREJA APABILA PERNIKAHAN BARU AKAN DILAKSANAKAN (PALING LAMBAT 10 HARI SEBELUM PELAKSANAAN PERNIKAHAN)

2. APABILA PERNIKAHAN PEMBERKATAN SUDAH LEBIH DULU DILAKSANAKAN MAKA PERLU MELAMPIRKAN FOTO COPY SURAT NIKAH DARI GEREJA YANG DILEGALISIR

3. FOTO COPY AKTA KELAHIRAN (1 LEMBAR)

4. FOTO COPY KK/C1 & KTP ELEKTRONIK (1 LEMBAR)

5. FOTO COPY KTP 2 ORANG SAKSI (MIN. UMUR 21)

6. PAS FOTO BERDAMPINGAN 4X6 BERWARNA (4 LEMBAR DAN BACKGROUND BEBAS)

7. DAN YANG PALING UTAMA, INI TIDAK DIPUNGUT BIAYA LOH..

Semoga bermanfaat ya guys.. Yang ingin segera menikah biar gak pusing dan ribet dan bisa segera terealisasi ya..
TYM 🙏🏻

*seluruh data didapat dari dinas Dukcapil Kota Yogyakarta

25 November 2019

Pernikahan diiringi Tangisan Duka

Ini kisah nyata kami...

 





Barusan kami begitu bersukacita atas kebaikan Tuhan Yesus atas Pernikahan yg kami selenggarakan di kota Makassar. Walau demikian masih ada ganjalan yg terbebani di hati kami lebih khusus istri saya karena mengetahui 2 bulan sebelum pernikahan kami Tuhan memberikan kabar yang sangat berat.
   Dokter di Malinau memberi vonis bahwa mama diperkirakan mengidap kanker hati. Setelah mengetahui situasi ini, papa segera menuju ke kota Tarakan untuk mendapatkan kejelasan medis yg lebih terperinci untuk apa yang sebenarnya mama hadapi dan tindakan apa yang lantas akan dikerjakan.
   Setelah begitu banyak kunjungan ke Rumah Sakit dan dokter penyakit dalam keluarga pun mendapat titik terang bahwa memang mama menderita kanker hati. Mama pun kemudian di rujuk ke Jogjakarta untuk memperoleh tindakan yg lebih lengkap di Rs yang lebih besar.
   Calon istri saya dan keluarga yang begitu kaget dengan berita ini pun tampak tetap optimis sekalipun hal ini nampak mustahil. Singkat cerita mama pun diopname dan mendapat jadwal Kemoterapi setelah dokter penyakit dalam di Jogjakarta pun mengiyakan hasil scan dan pemeriksaan dari kalimantan.
   Setelah 1 minggu di Rs mama pun diperbolehkan pulang. Mama pun tampak lebih segar. Saat di Rs pun dalam banyak kunjungan saudara dan kerabat beliau nampak tersenyum merekah dan tidak nampak raut kesakitan.
   Mama pun ke Tangerang bersama dewi (dewi bekerja di Tangerang sementara saya di Jogjakarta) dan tinggal di sana beberapa waktu karena rencana kami adalah berangkat ke Makassar dari Jogjakarta bersama mama. Namun apa yang pikirkan bahwa setelah kemoterapi kondisi mama bisa membaik ternyata belum terkabul. Mama merasakan nyeri pada bagian ulu hati yang terus-menerus dan turunnya nafsu makan sehingga mama banyak kehilangan berat badan.
   Puncaknya, suatu malam dewi menelpon saya dalam keadaan menangis karena dia mendapati mama muntah darah. Mama pun dibawa ke UGD di Tangerang untuk diperiksa penyebab muntah darah. Dokter memberi tahu hasil pemeriksaan bahwa Kemoterapi yang dilakukan di Jogjakarta itu gagal sehingga kanker hati mama sudah menyebar dan volume semakin membesar sehingga nampak dari luar perut mama telah membengkak.
   Masih dengan harapan bahwa mujizat itu masih dan pasti terjadi kami terus berdoa dan berharap sama Tuhan Yesus. Kami pun memberi mama obat herbal selain obat Rs. Mama pun sedikit demi sedikit nampak pulih dan bugar. 
   Dua minggu sebelum hari H dewi menyatakan bahwa mama diijinkan untuk naik pesawat dari Tangerang ke Jogja dan juga ke Makassar. Satu minggu sebelum hari h kami bertiga pun tiba di Makassar meskipun mama dibantu dengan kursi roda karena kedua kakinya mengalami penyumbatan darah sehingga bengkak dan sulit berjalan. 
   Kesedihan kami sementara tertutupi oleh persiapan sana sini yg harus kami dan keluarga siapkan untuk acara pernikahan kami. Kami mempercayakan papa dewi yang juga sudah tiba dari Kalimantan untuk menjaga dan mengurus mama sementara waktu. Tapi tanpa kami sadari kondisi mama makin drop. 
   Saat pemberkatan di gereja pun mama tidak bisa hadir karena kondisi semakin parah. Beliau terbaring di tempat tidur saat kami berdua berujar janji setia di depan jemaat dan Tuhan Yesus. Tapi di malam resepsi mama pun bisa hadir meski datang dalam kondisi sangat lemah. Kami berfoto dan minta restu dengan air mata yg mengalir deras di pelupuk mata.
   Puji Tuhan semua akhirnya selesai dengan sempurna. Pernikahan kami pun banyak dihadiri tamu undangan. Tapi kami tidak bisa membohongi hati bahwa mama semakin drop. Keluarga pun berembuk untuk memutuskan mama akan melanjutkan pengobatan di Tangerang atau kembali ke Malinau, Kalimantan Utara dan berobat herbal di sana. Meskipun dengan berat hati dewi yang bersikeras mama harus ke Tangerang mengijinkan papa dan keluarga membawa mama ke Kalimantan untuk pulang.
   Ternyata mama sudah tahu bahwa waktu hidupnya tidak akan lama. Setelah beberapa hari selepas acara pernikahan, mama dilarikan ke Rs karena mengalami sesak nafas. Mama sempat merayakan ultah ke 47 tahun di Rs. Banyak sahabat, jemaat gereja dan keluarga yg hadir memberi suntikan semangat buat mama. Meyakinkan mama bahwa ada jalan bersama Tuhan.
   Tapi setelah dua hari perayaan ultahnya, Tuhan memutuskan mama untuk lepas dari rasa sakit hebat dan memanggil mama kembali ke sorga. Tuhan terlalu sayang mama. Kami mengasihi dan mencintaimu mama. Tapi Tuhan lebih sayang mama.










"Selamat jalan Mama Yulung Lukas ke Yerusalem baru. Sampai ketemu di sana"

TYM